PENERAPAN KOLAM BIOFOLK PADA IKAN MAS KOKI AGAR MENGUNTUNGKAN

kolam biofolk

Ikan mas koki merupakan ikan hias yang umum dan dikenal semua kalangan, bentuknya yang lucu memanjakan mata yang melihatnya. Terlebih lagi jika dipelihara di dalam akuarium yang diberi hiasan rerumputan serta dialiri air yang jernih. Tetapi jika dibayangkan sesaat,  apabila mas koki dipelihara di kolam menggunakan air yang keruh hingga coklat akan menimmbulkan pertanyaan, apa mampu hidup?


Budidaya mas koki di kolam terpal terdengar biasa, tetapi kali ini kita menerapkan budidaya mas kokinya menggunakan sistem bioflok dan juga kepadatan tebar yang tinggi.


Lokasi bisnis budidaya di wilayah pemukiman Kota Bekasi yang notabenenya padat penduduk dan lahan terbatas. Maka, penerapan sistem budidaya bioflok dilakukan, terperinci pembudidaya yang sudah menjalani sistem ini selama dua tahun lebih dengan varietas bermacam ikan. 


Lantaran, sambungnya, dengan memakai sistem budidaya ini akan berhemat biaya listrik, lantaran minim pergantian air. Disamping itu, intensifikasi bisnis mampu dilakukan dengan menambah kepadatan tebar mas koki dalam wadah budidaya.


 pada umumnya sama menggunakan  penerapan bioflok buat komoditas lele. Seperti pada lele, diperlukan persiapan kolam sampai penambahan bakteri hingga membangun flock di wadah budidaya, kemudian dilakukan penebaran benih mas koki.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Peternakan Ikan Cupang Di Kolam Air Tawar

terdapat perbedaan pada sumber karbon yang digunakan. pada sistem bioflok buat lele digunkan molase (tetes tebu). Sedangkan yang kami terapkan di sini memakai gula merah.


Selain itu, penerapan bioflok pada koki di sini memakai kolam bundar. Tetapi ukurannya sedikit tidak sama dengan peruntukan komoditas lele. Untuk mas koki, berukuran diameter dua meter (m) dengan tinggi kolam hanya kurang lebih sentimeter (cm). 


Pemberian aerasi juga tetap dilakukan guna menjaga pasokan oksigen sehingga oksigen terlarut (Disolve Oxygen) mencukupi kebutuhan ikan. Pemberian aerasi di terapkan lantaran kepadatan ikan cukup tinggi. Untuk kolam berukuran dua m dengan tinggi cm diisi benih mas koki sebanyak ekor, dengan  berukuran benih 1-dua cm.


Penerapan teknologi ini,  relatif berguna untuk menekan biaya produksi. Seperti yang disampaikan sebelumnya, pergantian air yang minim bisa menekan biaya operasional. Lantaran pada umumnya para pembudidaya mas koki mengunakan air yang selalu bening. 

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Peternakan Ikan Cupang Di Kolam Air Tawar

Berbeda menggunakan teknologi ini dimana airnya butek dan berwarna coklat atau bahkan hijau. Bioflok yang diterapkan,  bukan berarti tidak melakukan pergantian air sama sekali. Tetapi, pergantian air tetap dilakukan dengan kurun waktu lebih lama dibandingkan pembudidaya yang menerapkan sistem konvensional. 


Anda hanya membarui air dalam kurun waktu 1 bulan sekali. Berbeda dengan sistem kovensional yang rata-rata melakukan pergantian air sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Pembuangan air hanya kurang lebih %. Jangan membuang lebih dari 50 % apabila tidak terjadi hal-hal tertentu. Selanjutnya dilakukan penambahan bakteri balik  setelah dilakukan pergantian air.