CARA MEMBUAT PETERNAKAN JANGKRIK DENGAN MODAL SEDERHANA

TERNAK JANGKRIK

Jangkrik adalah salah satu serangga yang sering dijadikan pakan burung, ikan dan reptil. Permintaan akan jangkrik seiring dengan naiknya minat buat memelihara burung, ikan dan reptil. Cara ternak jangkrik relatif gampang dilakukan baik buat skala kecil juga besar.

Jangkrik adalah hewan herbivora. Di alam bebas serangga ini memakan daun-daunan muda misalnya rerumputan. Dalam lingkungan budidaya, mampu diberi pakan sayuran hijau yang banyak mengandung air misalnya sawi, bayam, selada, mentimun dan daun pepaya.

1. Mempersiapkan Kandang

Langkah awal dalam memulai usaha peternakan jangkrik adalah menyiapkan kandang atau tempat untuk peternakan jangkrik. Kandang untuk ternak jangkrik bisa dibentuk dari berbagai bahan misalnya kardus papan atau triplek. Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan model pembuatan kandang jangkrik dari kayu dan kasa.

Desain kandang buat ternak jangkrik kotak misalnya peti, bisa terbuat dari papan atau tripleks. Berikut gambaran kandang jangkrik kotak tunggal.

Kotak terbuat dari papan atau tripleks menggunakan tulang dari kayu kaso/kayu reng. Ukuran panjang 100 centimeter, lebar 60 centimeter dan tinggi 30-40 centimeter.

Gunakan lem dalam setiap sambungan dan sudut peti. Ini berguna agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar lewat celah yang ditimbulkan sambungan. Ukuran jangkrik baru menetas sangat kecil.

Permukaan bagian atas wajib  bisa dibuka tutup dengan memakai engsel.

Pada sisi muka dan belakang diberi lubang jendela. Ukuran lubang jendela 50 x 7 centimeter, posisi lubang kurang lebih 10 centimeter dari atas. Ventilasi ditutup menggunakan kasa kawat berukuran halus supaya jangkrik kecil tidak bisa kabur.

Pada sisi pinggir diberi celah atau cantelan buat pegangan. Ini berguna jika akan mengangkat atau menggeser peti.

Pada sekeliling sisi bagian dalam, kira-kira 10 centimeter dari atas, berikan isolasi plastik. Ini berguna agar jangkrik tidak merayap ke atas.

Pasang kaki-kaki pada keempat sudut peti, kira-kira tingginya 10 centimeter. Keempat kaki-kaki tadi nantinya diletakan dalam mangkung yang diisi air atau cairan lain. Gunanya buat mencegah hama misalnya semut masuk ke pada kandang.

Kandang jangkrik juga bisa dibentuk bersusun, contohnya 3 susun buat menghemat tempat dan efisiensi peternakan. Kandang jangkrik usahakan diletakkan pada pada ruangan yang gelap, tidak terkena sinar matahari langsung.

Baca Juga : Cara Membuat Peternakan Ayam Petelur Untuk Pemula

2. Persiapakan Kandang Jangkrik

Seperti telah diuraikan sebelumnya, bibit untuk ternak jangkrik yang biasa diternakan menurut jenis G. miratus dan G. testaclus. Bibit bisa didapatkan dengan membeli dari toko pakan yang menyediakan pakan hidup. Sebenarnya jenis jangkrik lain mampu juga diternakan, terdapat beberapa spesies yang memang sulit atau lambat perkembangbiakkannya.


Bibit atau indukan ternak jangkrik usahakan didapat dari tangkapan alam. Atau jika itu masih sulit, setidaknya bibit jangkrik jantan didapatkan dari alam. Lantaran umumnya indukan jantan hasil tangkapan alam lebih agresif.

Ciri-ciri calon indukan jangkrik:

Sungut atau antena masih panjang, semua anggota badan masih lengkap, mampu melompat jauh dan gesit, badan berwarna mengkilap.

Jangan pilih jangkrik yang apabila dipegang mengeluarkan cairan baik dari mulut juga duburnya.

Induk jantan mengeluarkan derikan yang keras. bagian permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan terasa kasar.

Induk betina terdapat ovipositor pada bagian ekornya, ekornya terdapat 3 bagian tengah adalah ovipositor. Ukurannya besar.


3. Prosese Mengawinkan Jangkrik

Tempat buat mengawinkan jangkrik usahakan terpisah dengan tempat pembesaran anakan. Kondisi kandang buat mengawinkan usahakan dibentuk aga seperti dengan tempat asli jangkrik di alam. Dinding kandang bisa diolesi tanah liat, semen putih dan diberi daun-daun kering, misalnya daun jati, daun pisang atau serutan kayu. 

Jangkrik yang akan dikawinkan wajib  berasal berdasarkan spesies yang sama. Jika indukan jantan dan betina berbeda spesies, perkawinan tidak akan terjadi. Untuk mengawinkan jangkrik masukan indukan betina dan jantan menggunakan perbandingan 10:2.

di kandang perkawinan, sediakan bak pasir atau tanah sebagai tempat untuk peneluran. Didalam masa perkawinan jangkrik jantan akan mengeluarkan suarai derik secara terus menerus. Jangkrik betina yang sudah dibuahi akan bertelur. Telur umumnya diletakkan pada pasir atau tanah.

Selama masa perkawinan jangkrik wajib  menerima asupan pakan yang cukup. Beberapa jenis pakan yang bisa di berikan antara lain kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya dan jenis sayuran hijau lainnya. Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan hingga pakan membusuk di dalam kandang.

Baca Juga : Cara Membuat Peternakan Kelinci

4. Proses Penetasan Telur Dan Pemberian Pakan

Telur jangkrik akan menetas setelah 7-10 hari, terhitung setelah masa perkawinan. Maksimal lima hari sesudah induk betina bertelur (sebelum menetas), sisihkan telur-telur tersebut. Ini cara agar menghindari si induk memakan telurnya sendiri.

Sisihkan ke dalam kandang untuk penetasan telur dan sekaligus pembesaran anakan jangkrik. Ciri warna telur yang sudah dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh. Setelah 4 sampai 6 hari bisanya telur akan menetas.

Setelah telur menetas, langkah berikutnya adalah pemberian pakan pada jangkrik. Jangkrik yang telah menetas, berumur 1 sampai 10 hari diberikan pakan ayam (voor), yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang telah dihaluskan.

Sesudah  lewat dari 10 hari, anakan jangkring bisa diberikan makanan dari sayur-sayuran dan jagung muda. Kemudian  pakan bisa ditambahkan singkong, mentimun atau juga ubi.

5. Pemeliharaan Dan Proses Panen

Penting buat menjaga kandang tetap bersih, dan terhindar dari gangguan hama. Hal lain yang perlu dijaga adalah syarat kandang supaya tetap lembab dan gelap. Selain itu tetap jaga supaya makanan cukup tersedia, lantaran apabila kurang jangkrik akan kanibal, saling memangsa di antara mereka.

Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan hingga membusuk di dalam kandang. Kandang yang baru dibuat usahakan dicuci dahulu, jangan hingga masih berbau vinil apabila terbuat dari tripleks. Caranya, lumuri bagian atas kandang menggunakan lumpur sawah dan dijemur hingga kering.

Ada 2 hasil yang mampu dipanen dari ternak jangkrik, yaitu jangkrik dewasa dan telur jangkrik. Telur jangkrik umumnya dijual lebih mahal berdasarkan jangkrik itu sendiri. Telur umumnya dijual kepada para peternak jangkrik pembesaran.

Ternak jangkrik telah bisa dipanen sesudah mencapai umur sekitar 30 hari. Terhitung semenjak telur mulai menetas.